Bisa dibilang bahwa vitamin A merupakan salah satu bahan yang diunggulkan di dunia dermatologi. Nah, rankbae pasti pernah dengar istilah retinol atau retinoid kan? Retinoid adalah bentuk awal atau bentuk aktif dari vitamin A.
Biasanya, vitamin A digunakan di banyak serum atau minyak wajah anti-aging. Kali ini, dokter kulit–Robyn Gmyrek, dokter kulit–Lucy Chen, dan ahli kimia kosmetik–David Petrillo akan menjelaskan lebih detail tentang apa itu vitamin A.
Fakta Vitamin A
JENIS BAHAN: Retinoid
MANFAAT UTAMA: Merangsang produksi kolagen untuk mengurangi garis halus dan kerutan, merangsang regenerasi sel, menurunkan produksi minyak/sebum, dan memiliki efek anti-inflamasi.
SIAPA YANG HARUS MENGGUNAKAN: Menurut Gmyrek, bahan ini cocok untuk semua orang mulai dari usia pertengahan 20-an (bahkan usia di bawah 20 bisa jika sedang berjuang melawan jerawat). Bahan ini tidak cocok untuk wanita yang sedang hamil atau menyusui. Meski tergantung pada formulasinya, tetapi vitamin A tetap berpotensi mengiritasi bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.
PANDUAN PENGGUNAAN: Vitamin A dapat digunakan setiap hari atau lebih khusus lagi setiap malam dan setelah kulit berhasil menyesuaikan diri dengan bahan tersebut.
COCOK DIKOMBINASIKAN DENGAN: Selalu pasangkan vitamin A dengan tabir surya, karena dapat membuat kulit jadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Selain itu, tak jarang bahan ini dikombinasikan dengan bahan lain yang bisa menenangkan kulit seperti ekstrak bunga chamomile atau bahan yang melembapkan seperti asam hialuronat.
TIDAK COCOK DIKOMBINASIKAN DENGAN: AHA dan asam glikolat, karena bisa meningkatkan risiko iritasi.
Apa Itu Vitamin A?
Vitamin A adalah nama kelompok atau sinonim dari retinoid. Sedangkan retinoid terbagi lagi menjadi tiga kategori yaitu retinol, retinal (atau retinaldehyde), dan asam retinoat. Semua bahan tersebut memiliki manfaat yang sama, bedanya ada para proses konversinya. Dengan melalui proses konversi, kulit akan lebih mudah menyerap retinoid.
Di antara jenis-jenis retinoid di atas, asam retinoat merupakan bahan yang paling kuat dan efektif, sedangkan yang paling lemah adalah retinol. Retinaldehida berada di tengah-tengah antara retinol dan asam retinoat.
Gmyrek mengatakan bahwa vitamin A sebagai bahan perawatan kulit telah dipelajari secara mendalam lebih dari bahan-bahan lain yang ada di pasaran saat ini. Retinoid pertama kali digunakan untuk keperluan dermatologi pada tahun 1943. Retinoid pun menjadi salah satu bahan yang telah dicoba dan memiliki sederet manfaat yang telah terbukti dan efektif, terutama dalam hal anti-penuaan. Berikut manfaat lain yang ditawarkan oleh vitamin A:
Meningkatkan pergantian sel kulit Chen menjelaskan bahwa vitamin A dapat mempercepat pengelupasan sel kulit yang sudah tua sekaligus merangsang regenerasi sel yang lebih baru, lebih sehat, dan lebih halus.
Memperbaiki tekstur dan warna kulit Pada dasarnya, vitamin A berfungsi sebagai eksfoliator yang dapat memperbaiki warna kulit termasuk melawan hiperpigmentasi dan memperbaiki tekstur permukaan kulit.
Merangsang produksi kolagen Selain bekerja di lapisan atas kulit (epidermis), vitamin A juga bekerja di lapisan kulit yang lebih dalam (dermis) untuk merangsang produksi kolagen.
Mengurangi garis-garis halus dan kerutan Vitamin A bisa membantu mengurangi garis-garis halus dan kerutan sekaligus memperbaiki dan menebalkan kulit. Di saat yang bersamaan, vitamin A akan meminimalkan penghancuran kolagen dan elastin yang ada dan hal ini pun bisa memberikan keuntungan bagi kulit.
Mengobati jerawat secara efektif Ada alasan tersendiri mengapa vitamin A (atau asam retinoat) disetujui FDA sebagai resep pengobatan jerawat. Sebab, vitamin ini dapat membantu menormalkan produksi minyak dan membantu mencegah pori-pori tersumbat.
Mengobati hiperpigmentasi pasca-inflamasi Vitamin A dengan resep dokter juga dapat meminimalkan perubahan warna pasca-inflamasi atau ketika jerawat muncul. Selain itu, Gmyrek menambahkan bahwa vitamin A juga memiliki efek anti-inflamasi yang bisa menghilangkan kemerahan.
Efek Samping Vitamin A
Kabar buruknya adalah semua manfaat yang disebutkan di atas datang bersamaan dengan efek samping yang mungkin terjadi seperti iritasi, kulit kering, dan kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Di beberapa kasus, vitamin A bahkan bisa membuat kulit melepuh dan mengelupas.
Sementara itu, kabar baiknya adalah efek samping di atas bisa hilang setelah kulit terbiasa menggunakan vitamin A. Sebuah proses yang secara teknis dikenal sebagai retinisasi.
Cara Menggunakan Vitamin A
Langkah pertama yaitu gunakan vitamin A secara bertahap. Lebih banyak menggunakan vitamin A, justru membuat kulit lebih mudah teriritasi dan pada akhirnya rankbae akan merasa kapok, lalu benar-benar berhenti sepenuhnya.
Sebagai permulaan, gunakan vitamin A setiap seminggu sekali. Setelah itu, naikkan intensitas penggunaannya menjadi seminggu dua kali. Kalau sudah terbiasa, rankbae baru bisa mengoleskannya setiap malam.
Ambil sedikit saja vitamin A, kemudian oleskan pada kulit yang sudah dibersihkan. Rankbae juga bisa menggabungkannya dengan bahan yang lebih lembut untuk meminimalisasi terjadinya iritasi.
Menurut Gmyrek, setidaknya butuh waktu minimal 8-12 minggu untuk melihat hasil yang ditawarkan oleh vitamin A.
Seberapa sering saya dapat menggunakan vitamin A? Sebagai permulaan, gunakan vitamin A setiap seminggu sekali. Setelah itu, naikkan intensitas penggunaannya menjadi seminggu dua kali. Kalau sudah terbiasa, rankbae baru bisa mengoleskannya setiap malam.
Apakah vitamin A cocok untuk kulit sensitif? Vitamin A dapat menyebabkan iritasi, jadi sebaiknya kulit sensitif lebih berhati-hati saat menggunakannya. Lebih baik lagi jika rankbae menggunakan produk yang persentase vitamin A-nya rendah atau produk yang diformulasikan dengan bahan-bahan yang menutrisi kulit seperti ekstrak chamomile, lidah buaya, atau teh hijau.
Apakah vitamin A sama dengan retinol? Vitamin A adalah istilah umum untuk retinoid. Di bawah payung itu, Anda memiliki tiga versi berbeda dari vitamin A. Sementara itu, retinoid terbagi lagi menjadi tiga kategori yaitu retinol, retinal (atau retinaldehyde), dan asam retinoat