Kita pasti tidak asing lagi melihat retinol sebagai salah satu komposisi dalam produk perawatan kulit. Umumnya kita mengenal retinol karena manfaatnya yang dapat mengatasi masalah penuaan kulit dan kemampuannya dalam mengobati jerawat.
Nah, jika sebelumnya rankbae belum pernah menggunakan retinol dan masih awam dengan bahan satu ini, penjelasan di bawah ini bisa membantu rankbae untuk mendapatkan informasi lebih detail seputar retinol.
MANFAAT UTAMA: Meningkatkan pergantian sel, meningkatkan produksi kolagen, dan mengatur produksi minyak.
SIAPA YANG HARUS MENGGUNAKAN: Secara umum, bahan ini cocok untuk siapa saja yang ingin mengurangi tanda-tanda penuaan kulit. Retinol tidak dianjurkan untuk wanita yang sedang atau program hamil dan menyusui. Mereka dengan eksim atau rosacea yang meradang juga sebaiknya tidak menggunakan retinol.
PANDUAN PENGGUNAAN: Mulailah dengan dua kali seminggu untuk mencegah iritasi. Karena sinar matahari dapat menonaktifkan retinol, sebaiknya gunakan retinol pada malam hari diikuti dengan pelembap.
TIDAK COCOK DIKOMBINASIKAN DENGAN: Scrub, astringen, toner, asam alfa hidroksi, asam beta hidroksi, benzoil peroksida, dan vitamin C. Kombinasi bahan-bahan tersebut dengan retinol bisa mengiritasi kulit.
Apa Itu Retinol?
Retinol adalah sejenis retinoid, yaitu turunan dari vitamin A yang digunakan untuk mendapatkan efek anti-penuaan dan bisa ditemukan di banyak produk perawatan kulit. Meskipun banyak orang mengira bahwa retinol adalah eksfoliator, sejatinya retinol termasuk antioksidan.
Marya Mikhail selaku dokter kulit menjelaskan bahwa retinol hanya akan bekerja setelah bahan tersebut dikonversikan menjadi retinaldehyde, kemudian asam retinoat dalam bentuk aktif.
Jika rankbae menggunakan retinol ester, terdapat tiga tahap yang harus dilalui agar bisa berubah menjadi asam retinoat. Setelah berubah menjadi asam retinoat, retinol akan meresap ke dalam sel kulit dan akan bekerja sesuai manfaat yang ditawarkan.
Mikhail menambahkan bahwa sebenarnya asam retinoat murni bisa dibeli asalkan memiliki resep dokter. Sementara itu, retinol ester, retinol, dan retinaldehyde tersedia tanpa resep.
Kalau harus membandingkan antara retinol ester, retinol, dan retinaldehyde, retinaldehyde mampu memberikan efek yang lebih kuat karena bahan tersebut hanya butuh satu langkah saja untuk menjadi asam retinoat.
Terkait manfaat retinol untuk kulit, Renee Rouleau selaku ahli kecantikan mengatakan bahwa produk yang diformulasikan menggunakan retinol dapat mengurangi kerusakan akibat sinar matahari, flek hitam, garis halus, kerutan, dan pori-pori yang terbuka.
Selain itu, retinol dapat merangsang produksi kolagen dan membuat tekstur kulit menjadi lebih halus dan lebih rata.
Retinol Vs. Retinoid Vs. Retin-A
Dokter kulit Rachel Nazarian mengatakan bahwa Retin-A dan retinol merupakan bagian dari retinoid. Baik Retin-A dan retinol, keduanya dapat membantu mempercepat pergantian sel kulit dan terbukti bisa membantu mengatasi tanda-tanda penuaan kulit.
Hanya saja, retinol yang dijual bebas harus melalui proses konversi di kulit agar menjadi bentuk yang lebih aktif yaitu asam retinoat, sedangkan Retin-A adalah produk yang lebih manjur dan cukup efektif untuk mengurangi kerutan serta melawan jerawat.
Retin-A akan mendorong pergantian sel di epidermis dan bahan ini cenderung tidak menyumbat pori-pori sehingga bisa meminimalisasi terjadinya jerawat. Selain itu, Retin-A juga bisa menyamarkan kerutan dengan mengubah tekstur dan menghaluskan permukaan kulit sekaligus mengecilkan ukuran pori-pori.
Manfaat Retinol
Retinol memiliki banyak manfaat seperti:
Mengurangi tanda-tanda penuaan Karena retinol berfungsi meningkatkan pergantian sel kulit, hal ini dapat memperbaiki kualitas kulit sehingga jadi lebih muda.
Memperbaiki tekstur kulit Dengan meningkatkan produksi kolagen, retinol akan membantu rankbae untuk mendapatkan tekstur kulit yang lebih halus. Selain itu, retinol akan membantu menyingkirkan kulit mati untuk mencegah kulit terlihat kusam dan kering.
Meratakan warna kulit Retinol tidak hanya menghaluskan tekstur kulit, tetapi juga meratakan warna kulit. Saat dipakai secara rutin, retinol mampu memudarkan hiperpigmentasi dan memberikan tampilan kulit yang lebih halus.
Membersihkan jerawat Retinol dapat mengurangi fungsi kelenjar minyak yang terlalu aktif dan membuka pori-pori yang tersumbat. Mikhail mengatakan bahan ini dapat membersihkan kulit, membuat pori-pori terlihat lebih kecil, dan mencegah berjerawat. Plus, retinol dapat meningkatkan potensi bahan aktif yang ada dalam obat anti jerawat. Jika rankbae menggunakannya bersamaan dengan pembersih, kemungkinan rankbae akan mendapatkan hasil yang lebih memuaskan.
Meningkatkan produksi kolagen Retinol membantu mengurangi munculnya garis-garis halus, kerutan, dan kulit yang mengendur. Pada saat yang sama, retinol mencegah kulit kehilangan kolagen dan elastin yang sudah kita miliki dengan memperlambat enzim yang memecahnya.
Mengurangi efek kerusakan akibat sinar matahari Antioksidan dalam retinol dapat membantu memperbaiki kulit yang rusak akibat sinar matahari, seperti mencerahkan bintik hitam.
Efek Samping Retinol
Mikhail mengatakan bahwa retinol dapat menyebabkan efek samping seperti kekeringan, kulit mengelupas, dan iritasi. Selain itu, wanita yang sedang atau program hamil dan menyusui tidak boleh menggunakan retinol.
Nazarian menambahkan kalau retinoid hanya akan merusak kulit jika rankbae memiliki kondisi kulit dasar yang sangat sensitif seperti eksim atau rosacea. Meski begitu, kulit sensitif tetap bisa menggunakan retinoid sebanyak satu kali seminggu dan dibarengi dengan pelembap untuk mencegah iritasi.
Saat menggunakan retinol, sebaiknya jangan menggabungkannya dengan eksfoliator yang keras, astringen, toner, asam alfa hidroksi, asam beta hidroksi, benzoil peroksida, dan vitamin C, karena dapat membuat kulit makin kering hingga iritasi.
Satu lagi, sebaiknya hindari menggunakan retinol setidaknya satu minggu sebelum melakukan perawatan laser atau waxing, karena retinol bisa membuat kulit semakin peka dan sensitif.
Cara Menggunakan Retinol
Ada beberapa cara yang benar dalam menggunakan retinol. Pertama gunakan retinol secara bertahap agar kulit bisa menyesuaikan diri dengan retinol. Mikhail menyarankan untuk menggunakannya setiap satu atau dua kali dalam seminggu.
Jika setelah menggunakan retinol kulit mengalami kemerahan atau iritasi, segera hentikan pemakaian. Jika tidak, coba tingkatkan intensitas penggunaan retinol dengan jumlah pemakaian retinol yang sama.
Karena retinol dapat mendorong sel kulit naik ke permukaan, artinya bahan ini bisa menyebabkan kulit mengelupas sehingga disarankan agar menggunakannya di malam hari.
Supaya retinol bisa meresap dengan baik ke lapisan terdalam kulit, sebelumnya rankbae bisa melakukan eksfoliasi untuk menghilangkan sel-sel kulit mati yang ada di permukaan kulit. Untuk mengimbangi efek samping retinol, rankbae bisa menambahkan serum yang melembapkan agar membantu menenangkan kulit dan memperbaiki fungsi skin barrier.
Pada kulit sensitif, rankbae bisa mencoba teknik sandwich, yaitu mengoleskan serum asam hialuronat, kemudian retinol di atasnya dan ditutup dengan pelembap yang mengandung ceramide.
Begitu kulit bisa menyesuaikan diri dengan retinol, rankbae dapat menambahkan antioksidan seperti vitamin C. Mikhail memberi tips untuk mengoleskan sedikit retinol ke lima titik di wajah seperti dahi, hidung, pipi, dan dagu. Setelah itu, gosok dengan lembut untuk mendistribusikan retinol secara rata ke seluruh wajah.