Info Contents
Seiring berjalannya waktu, produk kecantikan di masa kini semakin beragam dan kompleks. Demikian pula dengan bahan-bahan kecantikan juga semakin bervariasi. Pada artikel kali ini kita akan mengulas lebih detail terkait paraben.
Ya, beberapa dari rankbae pasti pernah mendengar isu terkait paraben. Sampai saat ini, paraben memang menjadi perdebatan di kalangan peneliti terkait bahayanya bagi manusia dan lingkungan.
Nah, ringkasan di bawah ini akan membahas terkait pengertian paraben dan bagaimana paraben bisa menjadi bahan yang kontroversial. Sekilas mengenai fungsi paraben, bahan ini termasuk pengawet yang dapat memperpanjang umur simpan suatu produk dengan mencegah tumbuhnya jamur atau bakteri.
Apa Itu Paraben?
Paraben adalah bahan kimia yang biasanya digunakan sebagai pengawet untuk mencegah tumbuhnya mikroba pada produk. Di luar sana ada banyak sekali produk yang menggunakan paraben sebagai pengawet mulai dari sampo, gel mandi, krim wajah, hingga serum.
Selain membantu produk bebas mikroba atau bakteri berbahaya, paraben juga membantu menjaga bahan aktif pada produk tetap stabil dan efektif. Adapun beberapa jenis paraben yang biasanya digunakan sebagai pengawet adalah metil paraben, etil paraben, propil paraben, dan butil paraben.
Meski bahan-bahan tersebut telah digunakan selama beberapa dekade, namun keamanannya kerap dipertanyakan karena mampu meniru kinerja estrogen. Bahkan ada satu penelitian terhadap 20 pasien yang mana paraben ditemukan dalam jaringan kanker payudara.
Apakah Paraben Termasuk Bahan yang Aman?
Sayangnya, belum ada jawaban yang pasti terkait aman tidaknya penggunaan paraben. Inilah yang membuat paraben menjadi bahan perdebatan selama bertahun-tahun.
Pada tahun 2004, ilmuwan Inggris Philippa Darbre menerbitkan sebuah makalah penelitian yang tampaknya menemukan jejak paraben dalam sampel jaringan kanker payudara.
Meskipun tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan secara pasti terkait hubungan antara penggunaan paraben dan peningkatan risiko kanker, makalah tersebut menjadi pertimbangan bahwa paraben dapat melewati skin barrier dan masuk ke dalam tubuh kita.
Masih berbicara mengenai penelitian yang diterbitkan oleh Darbre, studi tersebut mengatakan bahwa paraben berpotensi mengganggu sistem endokrin dan meniru estrogen yang menurut beberapa peneliti berpotensi menyebabkan komplikasi reproduksi, meningkatkan risiko kanker pada orang dewasa, dan menyebabkan masalah perkembangan pada anak.
Saat ini FDA tidak melarang penggunaan paraben karena kurangnya bukti yang menunjukkan paraben berdampak negatif pada kesehatan manusia. Menurut peraturan UE dan FDA, paraben dalam bentuknya saat ini secara resmi dianggap aman untuk digunakan, karena produk kosmetik hanya menggunakannya pada konsentrasi yang sangat kecil.
Sementara menurut Iris Rubin selaku dokter kulit dan co-founder SEEN Hair Care, paraben dinilai aman karena efek sampingnya dapat ditoleransi dengan baik. Meski begitu, Rubin memilih untuk tidak menggunakan paraben pada produk miliknya guna meminimalisasi risiko yang bisa terjadi.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Rose Ovensehi pendiri Flora & Curl Botanical Haircare yang menggunakan prinsip kehati-hatian sehingga memilih tidak menggunakan paraben jika beberapa peneliti meragukan keamanannya.
Pun demikian dengan Elsie Rutterford, salah satu pendiri Clean Beauty Insiders dan BYBI Beauty, mengatakan bahwa ia tidak menggunakan bahan-bahan yang kontroversi. Ia lebih memilih memformulasikan sendiri produknya agar tetap stabil dan aman. Ia juga berpendapat bahwa penambahan pengawet kemungkinan besar mampu membunuh zat baik yang ada di dalam produk.
Di tahun 2019, legislator UE menetapkan aturan baru untuk istilah “bebas paraben” guna mengekang penggunaannya dalam produk kecantikan. Sejak saat ini konon perusahaan yang bergerak di bidang perawatan kulit, rambut, dan kosmetik memilih menggunakan bahan alternatif untuk berjaga-jaga.
Apakah Paraben Berdampak Buruk Bagi Lingkungan?
Sebuah studi menunjukkan bahwa kandungan paraben telah ditemukan pada hewan laut. Namun, belum ada penelitian yang menyimpulkan kerusakan apa yang ditimbulkan paraben pada hewan laut tersebut.
Sementara itu, penelitian lain menunjukkan bahwa kandungan paraben juga ditemukan di lautan, sungai, dan persediaan air sekalipun dalam konsentrasi rendah. Sekali lagi sampai saat ini tidak ada bukti kuat yang dapat menunjukkan bahaya paraben bagi lingkungan.
Produk Apa Saja yang Mengandung Paraben?
Hampir semua jenis produk kosmetik mengandung paraben, mulai dari pembersih dan pelembab wajah, deodoran, sampo dan kondisioner, pasta gigi, tabir surya, gel dan krim cukur, alas bedak, penyamar noda, hingga riasan mata.
Jika rankbae ragu dan ingin berhati-hati, pastikan melihat daftar bahan pada kemasan produk sebelum membelinya. Paraben sangat mudah dikenali karena nama kimianya selalu diakhiri dengan “paraben”. Contohnya metil paraben, propil paraben, dan butil paraben.
Apakah Bahan Alternatif Paraben?
Dalam hal perawatan rambut, Ovensehi merekomendasikan untuk mencari pengawet alternatif seperti natrium benzoat atau kalium sorbat. Sementara itu, beberapa produk perawatan kulit menggunakan senyawa organik yang menawarkan sifat pengawet seperti asam salisilat, asam benzoat, dan asam sorbat.
Selain itu, rankbae bisa memilih produk yang menggunakan kemasan kedap udara guna meminimalisasi produk terpapar udara terbuka sehingga dapat membatasi pertumbuhan bakteri.
Kesimpulan
Para peneliti akan terus menyelidiki dampak jangka panjang yang mungkin ditimbulkan oleh paraben terhadap kesehatan kita. Jadi, sementara ini rankbae bebas untuk menentukan apakah tetap menggunakan produk yang mengandung paraben atau tidak.
- Apakah fungsi paraben?
Paraben membantu menjaga bahan aktif tetap stabil, efektif, dan bebas dari pertumbuhan bakteri berbahaya, terutama pada kemasan yang memungkinkan kita mencelupkan jari saat menggunakan produk tersebut. - Apa saja jenis paraben yang paling umum?
Jenis paraben yang paling umum digunakan adalah metil paraben , etil paraben, propil paraben, dan butil paraben. - Produk apa saja yang mengandung paraben?
Paraben banyak ditemukan pada produk perawatan kulit dan rambut mulai dari sampo, gel mandi, krim wajah, hingga serum.