Bicara mengenai bahan-bahan perawatan kulit, minyak menjadi salah satu bahan yang kerap dipakai untuk merawat kulit mulai dari minyak esensial hingga carrier oil. Di samping dua jenis minyak yang telah disebutkan, ada satu lagi jenis minyak yang kabarnya sangat bermanfaat bagi kulit kering yaitu mineral oil atau minyak mineral.
Meskipun dapat memberikan manfaat tersendiri untuk penderita kulit kering, namun beberapa pihak merasa ragu dan khawatir saat hendak memakai minyak mineral. Jadi, apakah minyak mineral benar-benar aman dan layak untuk menjadi bahan perawatan kulit harian? Berikut ini penjelasannya.
Fakta Mineral Oil / Minyak Mineral
JENIS BAHAN: Pelembap
MANFAAT UTAMA: Mengunci kelembapan ke dalam kulit, melembutkan kulit, dan meningkatkan fungsi skin barrier.
SIAPA YANG HARUS MENGGUNAKAN: Claire Chang (dokter kulit) sangat merekomendasikan minyak mineral untuk mereka yang memiliki kulit kering, kulit sensitif, dan siapa pun yang mengidap eksim atau psoriasis. Chang menjelaskan bahwa minyak mineral tidak hanya melembapkan, tetapi juga memiliki risiko reaksi alergi atau iritasi yang sangat rendah. Sayangnya, produk berbahan minyak mineral tidak direkomendasikan untuk mereka dengan kulit berjerawat.
PANDUAN PENGGUNAAN: Adapun panduan penggunaannya sangat tergantung pada produk minyak mineral yang rankbae gunakan serta seberapa kering kulit rankbae. Akan tetapi secara umum, rankbae bisa menggunakan minyak mineral sekali atau dua kali sehari.
COCOK DIKOMBINASIKAN DENGAN: Humektan seperti gliserin atau asam hialuronat yang berfungsi menarik kelembapan ke kulit dan minyak mineral akan bertugas mengunci kelembapan tersebut di kulit.
TIDAK COCOK DIKOMBINASIKAN DENGAN: Karena minyak mineral sangat oklusif, jangan menggunakannya dengan bahan-bahan yang dapat menyumbat pori-pori catat Marnie Nussbaum, seorang dokter kulit.
Apa Itu Mineral Oil / Minyak Mineral?
Mineral oil adalah turunan petrolatum yang memiliki karakter tidak berwarna dan tidak berbau. Ketika diformulasikan sebagai produk kosmetik, minyak mineral bisa memberikan efek yang sangat halus dan tidak mengandung kontaminan akibat minyak bumi yang tidak dimurnikan, jelas dokter kulit yang berbasis di New York City, Marnie Nussbaum.
Chang menambahkan bahwa minyak mineral telah menjadi bahan yang diandalkan selama beberapa dekade oleh produk perawatan kulit yang menawarkan manfaat melembapkan dan menyembuhkan seperti Vaseline , Aquaphor, dan baby oil.
Minyak mineral memiliki ukuran molekul yang besar sehingga bahan ini hanya akan mengendap di permukaan kulit. Inilah yang membuat minyak mineral disebut sebagai bahan oklusif. Karena bersifat oklusif, bahan ini bisa menjadi pilihan pelembap yang baik karena minyak mineral mampu mengunci kelembapan.
Di pasaran, minyak mineral lebih dikenal sebagaipetroleum jelly. Petroleum jelly memiliki masa simpan yang lama dan inilah alasan lain mengapa bahan ini kerap digunakan ke dalam formulasi produk perawatan kulit dan kosmetik.
Adapun beberapa jenis produk yang kerap menggunakan minyak mineral pada formulasinya adalah krim wajah, krim tubuh, salep, krim mata, alas bedak, dan makeup remover.
Manfaat Mineral Oil / Minyak Mineral Bagi Kulit
Sekalipun tidak memberikan manfaat anti-penuaan dan antioksidan bagi kulit, namun minyak mineral tetap memiliki peran penting dalam menjaga kelembapan kulit.
Mengunci Kelembapan ke Dalam Kulit Penelitian menunjukkan bahwa minyak mineral dapat mengurangi risiko terjadinya transepidermal water loss (TEWL) yang dapat membuat kulit terasa kering. Karena bersifat oklusif, minyak mineral sangat andal dalam mengunci kelembapan ke dalam kulit.
Menghaluskan dan Melembutkan Kulit Minyak apa pun, termasuk minyak mineral, akan membantu membuat kulit terasa lebih lembut, karena minyak mineral akan mengisi ke celah-celah yang ada di antara sel guna menciptakan tekstur yang lebih halus.
Bisa Menjadi Bahan Perawatan Kulit dan Rambut Minyak mineral yang digunakan sebagai bahan perawatan kulit dan rambut termasuk kategori food grade oleh FDA.
Tidak Menyumbat Pori-Pori Menurut beberapa ahli, minyak mineral bersifat non-komedogenik atau tidak menyumbat pori-pori.
Melindungi Kulit Karena sifatnya yang oklusif, minyak mineral mampu membentuk penghalang bagi kulit agar tidak ada air yang keluar dari kulit dan membuat kulit mengalami hidrasi. Dengan kata lain, minyak mineral akan menjaga kelembapan kulit.
Dijual Bebas Produk minyak mineral tersedia di sebagian besar toko kecantikan dan apotek.
Efek Samping Mineral Oil / Minyak Mineral
Gary Goldenberg selaku dokter kulit menjelaskan bahwa minyak mineral adalah salah satu bahan yang kemungkinan kecil dapat menyebabkan reaksi kulit apa pun. Itu sebabnya, minyak mineral juga cocok untuk jenis kulit sensitif.
Namun, jika rankbae termasuk orang yang rentan berjerawat atau menemukan lebih banyak komedo di kulit setelah menggunakan produk berbahan minyak mineral, sebaiknya hentikan pemakaian dan hindari produk tersebut.
Beberapa orang memang mengaitkan produk minyak mineral sebagai bahan yang menyebabkan jerawat. Tetapi Chang mengatakan bahwa ujicoba minyak mineral pada manusia tidak menunjukkan kalau bahan ini bersifat komedogenik. Jadi, bagi pemilik kulit yang rentan berjerawat, berhati-hatilah saat menggunakannya.
Secara teori, minyak mineral merupakan bahan yang oklusif yang dapat membentuk lapisan pelindung pada kulit. Hal inilah yang dapat menjebak kotoran dan membuat pori-pori jadi tersumbat.
Jadi, jika rankbae memiliki kulit yang rentan berjerawat atau pori-pori tersumbat, pastikan membaca label komposisi secara teliti saat membeli produk baru. Sebab, minyak mineral sering diformulasikan bersama bahan lain.
Kesimpulannya, minyak mineral memang paling cocok untuk mereka yang memiliki kulit kering dan tidak rentan terhadap jerawat dan komedo.
Cara Menggunakan Mineral Oil / Minyak Mineral
Chang menjelaskan kalau waktu terbaik untuk mengoleskan minyak mineral adalah beberapa saat setelah mandi karena di waktu itu kulit terasa agak lembap dan minyak mineral dapat membantu mengunci kelembapan yang ada ke dalam kulit.
Jika rankbae hendak mengombinasikannya dengan asam hialuronat atau antioksidan, minyak mineral bisa menjadi layer terakhir dan menyegel semua manfaat yang ditawarkan asam hialuronat sekaligus antioksidan.
Buat rankbae yang memiliki masalah dengan tumit atau tangan yang pecah-pecah, coba oleskan minyak mineral supaya kulit terasa lebih lembut dan lembap.
Alternatif Mineral Oil / Minyak Mineral
Jika rankbae merasa ragu dengan minyak mineral, alternatif lainnya adalah minyak jarak, zaitun, dan kelapa. Ketiga minyak tersebut juga memiliki molekul berukuran besar dan sifat oklusif alami yang mirip dengan minyak mineral. Untuk kulit yang cenderung berjerawat, minyak biji anggur dan minyak alpukat bisa menjadi pilihan karena termasuk bahan non-komedogenik yang tidak menyumbat pori-pori atau menyebabkan berjerawat.
Apakah minyak mineral bisa menyumbat pori-pori? Sejatinya minyak mineral dikategorikan sebagai bahan yang no-komedogenik atau tidak menyumbat pro-pori. Namun, karena bahan ini bersifat oklusif dan dapat menyegel bahan lain ke dalam kulit, kemungkinan besar inilah yang berisiko menyebabkan pori-pori tersumbat.
Bisakah minyak mineral digunakan pada kulit berjerawat? Ahli kulit menyarankan untuk berhati-hati saat menggunakan minyak mineral pada kulit berjerawat. Jika rankbae menemukan adanya penyumbatan pori-pori setelah menggunakan produk yang kaya minyak mineral, bisa disimpulkan bahwa bahan ini tidak cocok untuk jenis kulit rankbae.
Apakah minyak mineral termasuk clean beauty? Clean beauty didefinisikan sebagai produk kecantikan yang diklaim bebas dari bahan-bahan yang dapat membahayakan kesehatan. Minyak mineral sendiri merupakan turunan minyak bumi. Sementara itu, dokter kulit tampaknya setuju bahwa proses pemurnian pada minyak mineral, membuat bahan ini terbebas dari semua kontaminan. Secara teknis, ini membuat minyak mineral bukan termasuk clean beauty seperti yang didefinisikan oleh kebanyakan orang.