Hydrogen Peroxide / Hidrogen Peroksida

Terkadang seseorang rela melakukan apa pun demi menghilangkan komedo atau jerawat yang mengganggu penampilan. Termasuk mencari alternatif-alternatif bahan yang diklaim mampu mengobati jerawat seperti hidrogen peroksida. 

Hidrogen peroksida memang bisa menjadi solusi untuk mengobati jerawat dalam keadaan darurat. Namun, apakah bahan ini benar-benar aman jika digunakan setiap hari? Berikut penjelasannya.


Fakta Hydrogen Peroxide / Hidrogen Peroksida
rankbeauty cek fakta

  • JENIS BAHAN: Antiseptik
  • MANFAAT UTAMA: Membunuh bakteri, menyembuhkan luka, dan mengeringkan jerawat.
  • SIAPA YANG HARUS MENGGUNAKAN: Cocok untuk kaum muda-mudi dan mereka yang menderita komedo putih atau infeksi bakteri pada jerawat kista.
  • PANDUAN PENGGUNAAN: Julie Russak selaku dokter kulit merekomendasikan untuk menggunakannya hingga dua kali sehari untuk kulit berjerawat dan tidak lebih dari dua hari berturut-turut.
  • COCOK DIKOMBINASIKAN DENGAN:  Tidak ada bahan khusus yang direkomendasikan.
  • TIDAK COCOK DIKOMBINASIKAN DENGAN:  Dokter kulit bersertifikat, Neal Schultz, mengatakan rankbae tidak boleh menggunakannya dengan benzoil peroksida karena dapat menyebabkan iritasi tambahan.

Apa Itu Hydrogen Peroxide / Hidrogen Peroksida?

Hydrogen peroxide adalah zat kimia yang tersusun atas hidrogen dan oksigen, memiliki tekstur lebih kental dari air, serta berbentuk cairan bening. Di kehidupan sehari-hari, zat kimia yang diproduksi secara artifisial ini bisa ditemukan pada berbagai jenis produk seperti produk kecantikan, pembersih pakaian, pembersih rumah, hingga obat. 

Terkait manfaatnya, hidrogen peroksida dianggap sebagai antiseptik yang bisa dipakai untuk membersihkan luka. Russak menjelaskan bahwa hidrogen peroksida bekerja dengan menciptakan radikal oksigen bebas yang dapat membunuh bakteri. 

Read More

Selain membunuh bakteri, zat kimia ini juga menjaga aktivitas fibroblas yaitu sel yang mendorong penyembuhan luka. Salah satu ciri dari hidrogen peroksida adalah bahannya cepat rusak setelah terkena paparan udara.

Jadi, jika rankbae telah menggunakan produk hidrogen peroksida selama enam bulan dan masih ada produk yang tersisa, kemungkinan besar kandungan hidrogen peroksida di dalamnya tidak lagi efektif. 

Schultz menyarankan untuk mengujinya dengan cara tuangkan sedikit cairan hidrogen peroksida untuk mengecek apakah cairan tersebut terlihat menggelembung. Jika tidak, artinya oksigen pada produk tersebut telah hilang dan sudah tidak efektif lagi bila digunakan.

Manfaat Hydrogen Peroxide / Hidrogen Peroksida untuk Jerawat

Victoria Fu, seorang ahli kimia kosmetik dari Chemist Confessions ini mengatakan selain berperan sebagai antiseptik untuk luka dan goresan, hidrogen peroksida telah dipelajari sebagai bahan yang berpotensi mengobati jerawat.

Sebuah studi tahun 2003 menunjukkan bahwa krim hidrogen peroksida 1% tidak terlalu mengiritasi dan bekerja seefektif larutan benzoil peroksida 4%. Sayangnya, studi tersebut tidak menggunakan hidrogen peroksida murni yang ada di apotek, melainkan memakai produk bermerek Crystacide. 

Jadi, bagaimana dengan manfaat hidrogen peroksida murni? Schultz dan Russak mengatakan bahwa sesekali menggunakan larutan hidrogen peroksida 3% sebagai spot treatment dapat membantu mengeringkan jerawat. 

Secara teori, zat kimia ini akan bekerja mengatasi peradangan jerawat (jerawat yang memerah dan bernanah), namun tidak akan efektif jika dipakai pada jerawat kista atau komedo.

Selanjutnya, Russak menambahkan bahwa hidrogen peroksida tidak boleh diandalkan sebagai pengobatan jerawat satu-satunya secara terus menerus. Sebab, bahan ini hanya dianggap sebagai solusi jangka pendek.

Sebelum memutuskan untuk memakai hidrogen peroksida untuk jerawat, pertama-tama rankbae harus mengenali dulu penyebab munculnya jerawat. Kalau jerawat tersebut dihasilkan akibat  hormon, penggunaan hidrogen peroksida tidak akan memberikan manfaat apa pun.

Fu juga setuju bahwa hidrogen peroksida 3% bisa menjadi bahan yang terlalu kuat jika digunakan untuk mengobati jerawat selama berulang kali. Alih-alih menyembuhkan, zat kimia ini bahkan berpotensi menyebabkan iritasi tambahan.

Kesimpulannya, Fu merekomendasikan obat jerawat tradisional seperti asam salisilat, benzoil peroksida, dan adapalen daripada hidrogen peroksida. Sementara itu, Schultz dan Russak setuju kalau hidrogen peroksida hanya digunakan sebagai spot treatment ketika keadaan darurat. 

Cara Mengaplikasikan Hydrogen Peroxide / Hidrogen Peroksida

Schultz sangat menyarankan untuk tidak menggunakan hidrogen peroksida setiap malam guna mencegah dan mengobati jerawat, sebab bahan ini lebih cocok sebagai pengobatan alternatif ketika tidak ada lagi obat jerawat di rumah.

Untuk mengaplikasikannya, rankbae tinggal celupkan kapas ke hidrogen peroksida yang telah diencerkan, kemudian oleskan pada bagian yang berjerawat atau berkomedo saja. Biarkan kapas menempel selama lima detik setelah itu angkat. 

Oleskan hidrogen peroksida hingga dua kali sehari dan jangan digunakan lebih dari satu atau dua hari berturut-turut. Jika rankbae tidak melihat hasil atau peningkatan saat menggunakannya, hentikan pemakaian dan kunjungi dokter kulit untuk mendapatkan alternatif pengobatan.

Hydrogen Peroxide Vs. Benzoyl Peroxide

Hidrogen peroksidan dan benzoil peroksida sama-sama memiliki gugus peroksida dan membuat keduanya memiliki molekul yang tidak cukup stabil. 

Mengenai perbedaannya, benzoil peroksida adalah bahan yang larut dalam lemak sehingga mampu melapisi kulit dan tidak menyerap ke dalamnya, sedangkan hidrogen peroksida adalah bahan kimia yang larut dalam air.

Dalam hal mengobati jerawat, kedua bahan ini tidak dapat dibandingkan. Sebab benzoil peroksida telah terbukti memiliki rekam jejak atas kemanjurannya dan bagaimana efek sampingnya. 

Efek Samping

Pada konsentrasi yang lebih kuat, hidrogen peroksida dapat membakar kulit. Namun, bila rankbae menggunakan hidrogen peroksida 3% yang dikenal lebih encer efek samping yang mungkin terjadi adalah kulit jadi rusak, lebih kering, dan meradang sekalipun bahan ini bisa memutihkan kulit. 

Itulah sebabnya baik Russak maupun Schultz mengatakan bahwa bahan ini cocok untuk mereka yang memiliki warna kulit yang lebih gelap. 

Selain itu, Russak juga tidak merekomendasikan hidrogen peroksida untuk mereka yang lebih tua, karena penyebabnya bisa jadi tidak ada hubungannya dengan bakteri. Oleh karena itu, perawatan dengan bahan yang bersifat anti-bakteri tidak akan membawa manfaat yang lebih baik.

Sampai saat ini sejatinya belum ada penelitian yang benar-benar fokus mempelajari efek samping atau kerusakan yang mungkin ditimbulkan oleh hidrogen peroksida. Adapun efek samping yang telah dijelaskan di atas merupakan testimoni dari orang-orang yang pernah menggunakannya, bukan berdasarkan penelitian medis.


FAQ
  • Bahan apa saja yang tidak boleh dikombinasikan dengan hidrogen peroksida?
    Schultz mengatakan bahwa zat kimia ini tidak boleh digabungkan dengan benzoil peroksida karena dapat memberikan efek iritasi tambahan.
  • Apa saja efek samping penggunaan hidrogen peroksida pada kulit?
    Meskipun dapat membunuh bakteri, ia juga dapat merusak kulit yang sehat.
  • Apakah hidrogen peroksida aman untuk kulit orang tua?
    Menurut Russak, penyebab jerawat pada orang tua biasanya tidak terkait dengan bakteri seperti halnya jerawat yang terjadi saat usia muda sehingga hidrogen peroksida akan membantu dan justru menyebabkan lebih banyak kerusakan bila tetap digunakan.
rankbeauty

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *