Menurut laporan yang dirilis oleh American Society of Plastic Surgeons, ada lebih dari 5 juta prosedur botoks dilakukan pada tahun 2019. Meski angkanya terdengar fantastis, tetapi jumlah tersebut disebut tidak terlalu mengejutkan. Secara persentase, prosedur botoks mengalami peningkatan sebanyak 748 persen dari jumlah orang yang pernah melakukan botoks di tahun 2000.
Dalam upaya mencegah kulit agar tidak keriput, beberapa orang pun rela melakukan berbagai perawatan kulit demi mendapatkan hasil yang diinginkan. Tak terkecuali mengambil prosedur botoks. Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang tidak ingin melakukan botoks? Apakah ada bahan lain yang dapat memberikan efek seperti botoks?
Cone snail venom bisa menjadi jawabannya. Bahan yang memiliki nama lain snail venom conopeptide atau MU-conotoxin ini merupakan alternatif rahasia botoks yang bekerja dengan cara melemaskan otot-otot wajah. Dengan begitu wajah pun akan terlihat lebih halus secara instan.
Terdengar menarik bukan? Buat rankbae yang ingin meremajakan kulit, coba simak penjelasan tentang cone snail venom dan manfaatnya berikut ini.
Apa Itu Cone Snail Venom?
Cone snail venom adalah bahan sentetis yang dibuat untuk meniru cara kerja siput kerucut/cone snail. Jules Zecchino selalu pendiri merek perawatan kulit Erasa menjelaskan bahwa siput kerucut merupakan hewan yang banyak ditemukan di pantai barat daya Australia. Hewan tersebut diketahui mampu mengeluarkan racun untuk melumpuhkan musuh maupun sumber makanannya.
Alih-alih mengambil racun yang terdapat pada siput kerucut, para ahli pun membuat tiruannya menggunakan peptida biomimetik yang telah dipatenkan agar tidak merusak kelangsungan hidup siput kerucut di habitat aslinya. Cone snail venom ini disebut dapat membantu meremajakan kulit.
Cara Kerja Cone Snail Venom
Jules Zecchino mengatakan bahwa cone snail venom mengandung neuropeptida khusus yang berperan memblokir reseptor NAV 1 yang ada pada ujung saraf kita. Dampaknya kontraksi otot pun terhambat dan melemaskan kerutan sekaligus garis-garis halus.
Peter Thomas Roth selaku ahli dermatologi turut menjelaskan bahwa cone snail venom sama seperti susunan racun pada siput kerucut atau konotoksin. Konotoksin sendiri mampu menghentikan komunikasi antara sel saraf dan mengendurkan struktur dasar kulit hingga memberikan efek meremajakan kulit secara alami.
Manfaat Cone Snail Venom
Produk-produk yang menggunakan cone snail venom mampu meminimalisasi kerutan akibat penuaan, kerutan pada dahi, dan crow’s feet–kerutan di sisi luar lipatan mata berbentuk guratan yang menyerupai cakar burung gagak.